Selamat Datang di Website Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Serang

Disporapar Dukung Cikolelet Jadi Desa Wisata

puncak gunung pilar

WISATA : Disporapar Kabupaten Serang bersama pengelola saat mengunjungi Puncak Cibaja.

Disporapar Dukung Cikolelet Jadi Desa Wisata

SERANG – Beragam potensi yang bisa dikembangkan di Desa Cikolelet, menjadikan desa ini layak menjadi desa wisata. Wajar jika Disporapar Kabupaten Serang mendukung desa tersebut menjadi desa wisata terpadu dengan menyajikan beragam wisata alam, seni dan budaya, serta suvenir juga oleh-oleh yang dikelola UMKM. Apalagi, dalam waktu dekat Desa Wisata Cikolelet rencananya dijadikan tempat lomba sepeda Disporapar Kabupaten Serang dan festival anak Krakatau.

Kasi Promosi Disporapar Kabupaten Serang Marisca Ica mengatakan, potensi wisata di Desa Cikolelet ini beragam dan sedang hits di media sosial. “Misalnya, ada Gunung Pilar, Gunung Cibaja, Curug Kembar, dan Jembatan Paris. Belum lagi potensi UMKM dan seni budayanya, pokoknya cocok kalau dijadikan desa wisata,” jelas wanita yang kerap disapa Ica ini.

Kepala Desa Cikolelet Ojat Darojat menjelaskan, di luar empat destinasi wisata di Cikolelet yang disebutkan Ica, masih ada lagi, seperti Curug Cibunat. “Kalau Puncak Cibaja mulai dikenal setahun lalu, view-nya ke Rawadanau dan Selat Sunda. Di sana ada rumah pohon juga rumah pantau untuk memantau habitat lutung juga monyet. Puncak Pilar juga mulai dikembangkan setahun lalu, ada ayunan (seperti di Lodge Maribaya, Jawa Barat-red). Kalau Curug Kembar, ada belum lama ini. Pascabencana banjir, mengubah aliran air sehingga menjadi Curug Kembar. Jembatan Paris dinamai begitu dari wisatawannya. Bentuknya jembatan gantung yang dibuat Dinas PU Kabupaten Serang, sudah ada lima tahun lalu,” papar Ojat.

Mengenai potensi UMKM, Ojat bilang, ada kerajinan handycraft dari pandan dan eceng gondok yang dijadikan tas, dompet, dan semacamnya. Untuk makanan, masyarakat membuat keceprek rasa balado, cokelat, asin, juga manis.

“Seni budaya yang ada di sini adalah rudat, kendang pencak, rampak kasidah, calung, dan degung. Ini dilestarikan oleh masyarakat sejak lama,” jelas Ojat.

Ojat menyambut baik jika desanya menjadi desa wisata. Namun, menurutnya, perlu didukung banyak pihak. “Tidak cuma pemerintah, tapi juga masyarakat dan akademisi. Untuk jadi desa wisata, akses jalan dan tranpsortasi tentu harus dipenuh, sumber daya masyarakat juga diperhatikan. Untuk sumber daya ini peran kampus untuk ikut berkontribusi membinanya,” tutur Ojat. (dila-zetizen/zee/dwi)

Ditulis pada : Januari 4th, 2018 | Penulis : admin | Kategori : Berita Kepariwisataan, Berita Seputar Disporapar

Berita Terkait

Sabtu, 22 September 2018

Pencarian Berita

 FORMULIR KANG NONG 2018

 Annual Culture Festival

 Polls

Bagaimana tampilan website ini?

View Results

Loading ... Loading ...

Galeri Foto

Mari Berlibur ke Serang

 
Copyright © 2014 - 2018 | Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Serang
Tampilan website ini baik dilihat menggunakan Mozilla Firefox dengan resolusi minimal 1280 x 768 pixel.