Selamat Datang di Website Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Serang

Memberikan Peran pada Pemuda – Dari Pembangunan Desa hingga Teknologi

pemuda dan pembangunan

MEMBERIKAN PERAN PADA PEMUDA :

DARI PEMBANGUNAN DESA HINGGA TEKNOLOGI

“Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”.

Kalimat itu merupakan pidato yang sangat terkenal dari Presiden Republik Indonesia yang pertama, Soekarno. Dalam konteks kekinian, pernyataan Soekarrno itu untuk mengingatkan pada pemuda yang merupakan tumpuan masa depan bangsa. Secara demografi, khususnya di Kabupaten Serang sesuai Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2016, tercatat sekitar 17,6 % atau 260.701 jiwa berusia 16-34 tahun dari jumlah penduduk keseluruhan 1.474.301 jiwa.

Katagori pemuda itu sesuai dengan Undang-undang Nomor 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan pada Bab I Ketentuan, pasal 1 menyebutkan, Pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun. Di Kabupaten Serang pada 5-15 tahun mendatang, jumlah pemuda yang mencapai 17,6% itu akan menggantikan warga yang berumur 40-65 tahun yang berjumlah 13,6% atau 200.513 jiwa.

Fakta demografi ini  menyiratkan betapa pentingnya posisi pemuda bagi negeri ini, khususnya bagi Kabupaten Serang. Pertanyaannya adalah beranikah kita menempatkan pemuda (sesuai definisi pemuda dalam UU Kepemudaan) pada poros atau roda pembangunan yang paling terdepan, yaitu desa? Harap diingat, kehidupan desa merupakan benih penggerak roda pemerintahan dan pembangunan. Jadi ketika bermimpi tentang negara maju, selayaknya menitikberatkan pada kemajuan kehidupan desa. Sebab desa merupakan pondasi bagi bergerakna seluruh tatanan untuk mewujudkan mimpi negara yang maju dan sejahtera.

Sayangnya, desa secara umum dikuasai para sesepuh (baca: di luar pengertian pemuda secara Undang-undang). Jarang anak muda (pemuda) diberi kesempatan dalam struktur pemerintahan desa. Alasannya berbagai macam mulai dari kurang mendapatkan kepercayaan dari masyarakat desa, para tetua (sesepuh) enggan menunduk di baah pimpnan yang lebih muda. Padahal desa yang secara yuridis merupakan pemerintahan yang memiliki wilayah, kewenangan dan pelayaan yang paling dekat dari masyarakat.

Kesempatan yang diberikan pada para pemuda untuk mengelola berbagai aktivitas desa merupakan hal yang sangat penting untuk “mencetak” para pemimpin ke depan. Sebagai generasi yang energik dan berkualitas sudah sepatutnya berjuang bersama-sama guna membangun eksistensi dan kekuatan desa yang lebih baik. Selain itu modal sosial seperti rasa kebersamaan, keswadayaan, dan kegotong-royongan harus diperkuatkan dalam lingkungan masyarakat. Karena momen seperti itu sangat penting untuk menjalin komunikasi dan relasi antar masyarakat.

 

Pada dasarnya, secara sosiologis pemuda identik dengan pencarian jati diri, kritis, daya kreativitas tinggi, keingintahuan yang besar, dan spontan. Hanya saja penting bagi masyarakat untuk memberi kesempatan dan mengorganisasi kelompok muda ini agar menjadi suatu kekuatan dalam perubahan politik, ekonomi dan budaya yang lebih baik.

Latar belakang pendidikan sangat mempengaruhi kemajuan dalam pembangunan desa. Jika perangkat desa diduduki oleh tokoh-tokoh muda yang memilki kualitas pengetahuan bagus. Minimal, tamatan SMA menjadi pertimbangan dalam pemilihan kepala desa, kapala dusun dan perangkat lainnya seperti tuha peut. Alangkah lebih baik jika memang ada generasi muda yang mempunyai ijazah sarjana, apakah lulusan Hukum, Ilmu administrasi Negara, dan sebagainya dimana mereka yang sudah dibekali dengan ilmu-ilmu dalam mengelola kepemerintahan. Dengan demikian, untuk mewujudkan perubahan dalam kemajuan desa akan lebih efektif meskipun tidak spontan, yaitu perlu adanya berbagai proses dalam pencapaian yang diinginkan.

Mengapa perangkat desa harus diduduki oleh kaum muda yang terpelajar? Jelas kita lihat beberapa kemajuan dalam diri generasi muda, seperti kemampuan dalam mengakses teknologi canggih. Umumnya sesepuh di kampung yang menjabat sebagai aparatur desa tidak memiliki kelebihan ini, sementara di era sekarang teknologi telah memberikan kemudahan dalam mengakses berbagai hal yang positif.

Banyak generasi muda yang melahirkan inisiatif kreatif dan mereka memanfaatkan media sosial sebagai medium komunikasi. Ada yang berangkat dari isu sosial, hobi dan minat, pengalaman, dan sebagainya. Ragam inisiatif yang lahir dari anak-anak muda itu dapat dipraktikkan di lingkungan masyarakatnya untuk penguatan kapasitas dalam pembangunan desa.

Demi mewujudkan tujuan bersama dalam pemerintahan desa maka harus diberi kesempatan kepada para pemuda sebagai garda terdepan. Para pendahulu yang telah berkontribusi dalam membangun desa sebelumnya juga harus mendampingi kaum muda ini dalam proses kegiatannya untuk kemajuan desa. Jika hal ini diterapkan di semua desa, maka tidak dimungkiri lagi Indonesia siap maju dengan generasi muda yang berpotensi.

TANTANGAN TEKNOLOGI

Perkembangan digitalisasi di Indonesia setiap tahunya terus meningkat, selain itu keperluan masyarakat akan teknologi sangat tinggi. Bahkan kehadiran teknologi informasi bagi masyarakat Indonesia sudah menjadi suatu kebutuhan. Dari data techasia.com 259.1 juta penduduk Indonesia, sekitar 88.1 aktif menggunakan internet dan jika infrastruktur jaringan internet dapat diakses dengan mudah di setiap wilayah di Indonesia, tentunya jumlah pengguna internet akan jauh lebih banyak lagi.

Perkembangan digital menjadi suatu tantagan bagi generasi muda terkait bagaimana memanfaatkan internet sebagai prasarana yang memberi dampak positif. Dibalik itu, tentunya ada pihak tertentu yang memanfaatkan internet sebagai pencapaian kehendak politik, ideologi atau kepentingan kelompok tertentu. Sepertinya sulit menghilangkan pengaruh negatif yang hadir akibat penyalahgunaan negatif internet, salah satunya seperti penyebaran paham radikalisme yang terus hadir di dunia maya.

Hal ini merupakan realitas perkembangan teknologi informasi di Indonesia yang membuat kita harus menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut. Karena penyesuaian diri dengan perkembangan yang ada, membuat diri kita tidak tertinggal oleh tuntutan zaman. Namun apa yang perlu kita perhatikan?, Tentunya memanfaatkan segala bentuk pertumbuhan teknologi informasi saat ini, menjadi suatu tantangan tersendiri bagi generasi muda untuk memanfaatkan alat dan prasarana yang modern untuk hal yang berdampak positif atau mengarah kepada segala bentuk konten bermanfaat.

Pemuda merupakan generasi yang masih memupuk jati dirinya dan pemuda pula yang kini banyak bergantung dengan alat-alat digital dan menjadikannya bagian dari kehidupan. Sudah saatnya generasi muda membangun i’tikad baik untuk menjadikan pertumbuhan teknologi informasi untuk peran positif pemuda bagi kemajuan bangsa. Apakah bisa? Tentu saja, apapun profesi dan kepentingan sehari-hari kita, tetap berpijak dan patuh kepada nilai kebangsaan, maka dari jauh sejatinya kita membantu kemajuan bangsa.

Kebebasan digital bagi pemuda menjadi suatu keharusan, namun perlu terarah kepada hal yang baik dan bermanfaat. Jika zaman masa kemerdekaan peran pemuda memperjuangkan kemerdekaaan bangsa dengan berbagai cara, ada segelintir yang mampu dengan menempuh pendidikan, ada yang melawan langsung dengan penjajah dan lainnya. Namun pemuda saat ini berjuang dengan keadaan yang berkembang di sekitarnya, salah satunya memanfaatkan media internet sebagai perangkat digital dengan sebaik mungkin.

Dengan adanya kesadaran generasi pemuda menghadapi pertumbuhan digital yang terus berkembang, maka akan terhindar dari konstruksi realitas sosial masyarakat digital yang kaku terhadap kehidupan nyata, berapa banyak generasi muda di Indonesia yang sudah melek digital. Namun, terbudak dengan digital yang dimilikinya dan mengabaikan lingkungan hidup sekitanya. Seperti kehadiran smartphone yang tiada habisnya membentuk kelompok remaja larut dalam kesukaan pribadi dengan smartphone dan cenderung acuh dengan lingkungan hidupnya.

Maka apa yang perlu dibangun? Ialah kesadaran diri individu untuk siap menjadikan digitalisasi sebagai faktor pendorong untuk maju dan berkembang yang selaras dengan pertumbuhan zaman yang semakin modern. Namun, tidak meninggalkan nilai-nilai kehidpuan yang sudah ada sejak bertahun-tahun lamanya.

Ditulis pada : Januari 4th, 2017 | Penulis : admin | Kategori : Berita Kepemudaan

Berita Terkait

Selasa, 17 Juli 2018

Pencarian Berita

 FORMULIR KANG NONG 2018

 Annual Culture Festival

 Polls

Bagaimana tampilan website ini?

View Results

Loading ... Loading ...

 Statistik Pengunjung

  • 2489Total Pengunjung:
  • 4Pengunjung hari ini:
  • 16Pengunjung kemarin:
  • 118Pengunjung minggu ini:
  • 0Pengunjung Online:

Galeri Foto

Mari Berlibur ke Serang

 
Copyright © 2014 - 2018 | Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Serang
Tampilan website ini baik dilihat menggunakan Mozilla Firefox dengan resolusi minimal 1280 x 768 pixel.