Selamat Datang di Website Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Serang

Kepemudaan dan Kebangkitan Ekonomi – Dari Serang hingga MEA

kepemudaan dan mea

KEPEMUDAAN DAN KEBANGKITAN EKONOMI :

MULAI DARI KABUPATEN SERANG HINGGA MASYARAKAT EKONOMI ASEAN

Pemuda merupakan pemegang tongkat estafet kepemimpinan dimasa depan, sekaligus sebagai generasi muda harapan bangsa. Mereka adalah anak bangsa yang memiliki potensi idealisme untuk mewujudkan Indonesia unggul yang menjadi cita-cita founding father (baca: para pendiri) negeri ini.

Kepedulian dan idealisme para pemuda sangat dirasakan terhadap daerah. Tercermin dari kritik dan berbagai keprihatinan yang diungkapkan atas kekurangan penyelenggaraan pembangunan yang sedang berlangsung. Yakinlah, kritik yang disampaikan karena adanya keinginan supaya gerak pembangunan mencapai sasaran sebagaimana yang direncanakan.

Sebagai komponen inti dari bangsa ini, pemuda adalah salah satu elemen yang memiliki peran cukup strategis di sebuah negara, khususnya di Kabupaten Serang. Komponen pemuda berjalan seiring dengan Pemerintah Daerah untuk menuju kepada sebuah titik, yaitu kesejahteraan rakyat. Dalam posisi sebagai pemuda dipundaknya tergantung sejuta asa demi eksistensi sebuah bangsa. Pemuda sering digambarkan dengan ikon bunga bangsa yang sedang mekar. Bunga yang menjadi harapan bangsa.

Sudiyo (2003) dalam bukunya yang berjudul “Arus Perjuangan Pemuda” menyatakan bahwa ada kecenderungan para generasi muda untuk berpacu dalam dunia pendidikan yang menghasilkan hal-hal yang bersifat praktis dan efektif mendatangkan materi siap pakai, tanpa dilandasi rasa tanggung jawab untuk bela negara, yang sebenarnya mulai saat ini pula dapat dirasakan adanya tantangan yang sangat dahsyat untuk menghadapi berbagai kompetitif dalam era globalisasi.

Akankah asumsi tokoh itu menjadi kenyataan bagi para pemuda di Kabupaten Serang? Dengan ketahanan budaya dan masih tingginya tertanam nilai-nilai agama di hati para pemuda, sangat mungkin lahirnya para pemuda pejuang yang berjiwa membangun.

Membangun hendaknya jangan dibatasi pada hal-hal yang bersifat fisik seperti mendirikan gedung atau menyiapkan prasarana. Membangun adalah memberdayakan masyarakat dari semua segmen dan elemen. Kalau mereka tergolong miskin, bagaimana diupayakan adanya peluang usaha agar mereka dapat keluar dari situasi kemiskinan. Kalau mereka pengangguran, bagaimana diupayakan membuka latihan keterampilan agar mereka bisa membuka usaha mandiri.

Pembangunan fisik sesungguhnya hanya sebuah instrumen untuk mempermudah pemberdayaan masyarakat. Sebuah alat yang dapat membantu kita untuk memberdayakan masyarakat. Sekarang, bagaimana secara bersama-sama memanfaatkan sarana dan prasarana tersebut untuk mengangkat harkat dan martabat rakyat Kabupaten Serang.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021, visi pembangunan Kabupaten Serang adalah, “ Terwujudnya Kabupaten Serang Yang Maju, Sejahtera dan Agamis”. Adapun misinya terdiri atas lima poin antara lain : Meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial demi terwujudnya masyarakat yang sehat, cerdas dan berakhlak mulia dan berbudaya. Meningkatkan sarana dan prasarana wilayah, penataan ruang dan permukiman yang memadai, berkualitas dan berwawasan lingkungan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sejak tahun 2010, jumlah warga miskin di Kabupaten Serang terus menurun. Tahun 2010 tercatat 89.200 orang dan pada tahun 2015 membukukan 74.850 orang. Di sisi lain, index pembangunan manusia (IPM) Kabupaten Serang terhadap provinsi periode 2010-2015 hanya tahun 2010 yang berada pada posisi 5. Sedangkan tahun 2011-2015 tidak beranjak dari posisi 6 dari 8 kabupaten dan kota. Nilai IPM Kabupaten Serang tahun 2015 sebesar 64.

Visi dan misi yang telah tercantum dalam RPJMD Kabupaten Serang 2016-2021 itu menjadi tantangan bagi masyarakat, termasuk para pemuda untuk mengambil bagian dalam mewujudkan cita-cita tersebut. Apa yang harus dilakukan?

Di sinilah sebenarnya peran nyata pemuda dalam pembangunan ekonomi, pendidikan dan politik yang pada akhirnya secara bersama-sama dapat menghalau kemiskinan. Apabila masyarakat sudah berada dalam posisi makmur dan sejahtera, dengan sendirinya pendidikan menjadi sebuah kebutuhan. Jika semua elemen masyarakat sudah menjadi orang-orang terpelajar, proses politik akan terlaksana sesuai dengan aturan mainnya.

Kira-kira langkah praktis mana yang cocok dengan kemampuan dan keterampilan para pemuda, apakah membagi ilmu untuk para peternak di kawasan peternakan? Atau memanfaatkan lahan tidur yang ada dengan penanaman berbagai komoditi pertanian; boleh jadi untuk peningkatan nilai tambah hasil perkebunan dan tanaman pangan bersama dinas terkait memasarkan produk-produk petani; atau membantu petani merehabilitasi kebun terlantar?

MASYARAKAT EKONOMI ASEAN

Tetapi pemuda di Kabupaten Serang tidak boleh hanya bicara atau berpikir serta bertindak hanya lingkup Kabupaten Serang, tetapi lebih jauh ke Indonesia, ASEAN dan boleh jadi dunia. Selain lingkup negara (Indonesia), masyarakat ekonomi ASEAN adalah yang terdekat. Sejak tahun 2015, Masyarakat Ekonomi ASEAN merupakan suatu era perdagangan bebas yang tentunya melahirkan kompetisi tingkat global. Integrasi Ekonomi kawasan ASEAN dimaksudkan untuk membuka batas-batas perdagangan yang berarti menyatukan negara-negara anggota dalam sebuah persaingan ketat pada pasar raksasa global.

Dalam, era ini, aturannya adalah produk yang menguasai pasar hanyalah produk-produk yang memiliki kualitas dan harga global yang sesuai standar, bila tidak, produk akan kalah bersaing dan tersingkir dari pasar. Namun, dilihat dari kondisi saat ini, produktivitas masyarakat Indonesia terus mengalami penurunan. Global Competitiveness Report 2012-2013 menempatkan Indonesia pada posisi 50 diantara 144 negara lainnya, turun dibandingkan pada tahun sebelumnya yakni diposisi 46 (Bappenas, 2012). Sedangkan di kawasan Asia Tenggara, Indonesia pun masih kurang kompetitif bila dibandingkan dengan Singapura, Malaysia, Brunei, ataupun Thailand (Pikiran-Rakyat.com, 2013). Berbanding terbalik dengan produktivitasnya, tingkat konsumsi masyarakat Indonesia meningkat dari 5,2 % pada  2012 menjadi 5,6% pada  2014. Berbagai fakta-fakta ini menjadi tantangan yang dihadapi Indonesia dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN Pada tahun 2015 nanti. Apakah Indonesia mampu menjadi aktor yang berperan aktif dalam panggung pasar global, ataukah hanya menjadi penonton dan konsumen dari aktivitas perdagangan negara lain?

Untuk dapat merancang langkah strategis, poin penting yang perlu diperhatikan adalah melihat kembali potensi Indonesia yang tidak dimiliki oleh negara anggota ASEAN lainnya, salah satunya adalah kekayaan budayanya. Indonesia terdiri dari kesatu-paduan berbagai macam etnis dan suku bangsa menjadi satu Bhineka Tunggal Ika. Kekayaan kultur ini, dengan kekhasannya masing-masing, sangat berpotensi untuk menjadi produsen produk kreatif yang memiliki nilai jual tinggi. Dengan melihat potensi tersebut, salah satu strategi yang dapat dikembangkan adalah dengan memanfaatkan kekhasan sumber daya alam dari masing-masing daerah yang diolah dan dikemas dengan balutan kreatifitas sehingga memiliki nilai jual tinggi dalam pasar global. Pengembangan ekonomi kreatif dapat menjadi suatu solusi alternatif dalam peningkatan kesejahteraan suatu daerah yang akhirnya berimplikasi pada peningkatan pertumbuhan ekonomi dan ketahanan nasional.

Ekonomi kreatif, adalah pengembangan ekonomi berdasarkan pada keterampilan, kreatifitas, dan bakat individu untuk menciptakan daya kreasi dan daya cipta individu yang bernilai ekonomis, sehingga menitikberatkan dalam pengembangan ide dalam menghasilkan nilai tambahannya (Lemhannas, 2012). Tiap daerah dapat mengoptimalkan potensi komoditas lokal yang memiliki ciri khasnya tesendiri sehingga dapat menjadi ikon pariwisata dan menjadi daya tarik bagi wisatawan. Namun, melihat dari realita di Indonesia saat ini, belum banyak daerah yang mampu memaksimalkan potensi produk yang menjadi keunikan daerahnya masing-masing. Perlu adanya inisiator dan konseptor yang kaya akan ide dan gagasan kreatif sehingga dapat menstimulus partisipasi warga dalam memaksimalkan potensi daerahnya.

Mahasiswa, sebagai pemuda dengan kekayaan kreatifitas dan intelektualitasnya, dapat menjadi agen perubahan yang menginisiasi pengembangan ekonomi kreatif suatu daerah. Salah satu langkah yang dapat ditempuh adalah dengan mendirikan organisasi kepemudaan ataupun melaksanakan tanggung jawab sosial kampus (campus social responsibility) yang melakukan pemberdayaan masyarakat dengan mengembangkan ekonomi kreatif sebagai pelaksanaan salah satu tri dharma perguruan tinggi, yaitu pengabdian masyarakat. Seperti yang dikemukakan oleh Shardlow (1988), pemberdayaan adalah bagaimana individu, kelompok atau komunitas berusaha mengkontrol kehidupan mereka sendiri dan mengusahakan untuk membentuk masa depan sesuai dengan keinginan mereka. Organisasi kepemudaan ini merancang program-program yang menjadikan masyarakat lokal sebagai sasaran utama untuk dapat berpartisipasi aktif dalam industri kreatif lokal. Fokusnya adalah peningkatan keterampilan masyarakat, membuat masyarakat mampu mengembangkan komunikasi antar mereka, dapat saling berdiskusi secara konstruktif dan mengatasi permasalahan yang ada.

Organisasi kepemudaan ini berperan aktif dalam pembangunan suatu daerah dari dalam (Endogenous Development) dengan menstimulus warganya untuk cinta terhadap daerahnya sehingga dapat dengan bangga mempromosikan apa yang menjadi produk unggulan daerahnya. Stimulus ini berlanjut pada pembangunan ekonomi lokal yang memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat lokal. Pembangunan daerah dari dalam, selain mendorong efektifitas dan efisiensi dalam pembangunan ekonomi lokal, juga dapat mengikis mental ketergantungan yang biasanya menjadi masalah krusial yang menghambat pembangunan nasional. Sebaliknya, masyarakat didorong untuk memiliki kesadaran akan pemecahan permasalahan mereka sendiri. Dengan adanya partisipasi masyarakat ini, keberlanjutan program pengembangan ekonomi kreatif lokal ini menjadi suatu hal yang tidak perlu dikhawatirkan.

Organisasi kepemudaan yang berfokus pada pengembangan ekonomi lokal ini, dengan berbagai gagasan kreatif, keterampilan, dan intelektualitasnya, menginisiasi pengelolaan sumberdaya alam setempat sehingga produk mengalami peningkatan nilai tambah ekonomi dan dapat bersaing dalam pasar global. Aktivitas industri ekonomi kreatif ini memainkan peranan penting dalam pembangunan ekonomi dan ketahanan nasional dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. Namun, untuk memastikan kelancaran strategi ini, peningkatan produksi kreatif harus disertai dengan dukungan pemerintah dan dunia usaha -sebagai dua pemeran penting lain-, dalam pembinaan, penguatan regulasi, dan dukungan pemasaran produk baik dalam pasar dalam negeri maupun dalam pasar global.

Pada akhirnya, diterapkannya Masyarakat Ekonomi ASEAN sejak tahun 2015 menuntut Indonesia melakukan berbagai langkah taktis dan strategis untuk mempercepat kesiapan masyarakat lokal jika mau bersaing dan tidak langsung tersingkir. Pemuda dengan kekayaan gagasan, kreatifitas, dan intelektualitasnya dapat menjadi agen pemercepat kesiapan masyarakat lokal, dengan membentuk suatu organisasi yang menginisiasi pengembangan ekonomi kreatif di suatu daerah. Kesiapan masyarakat lokal menjadi suatu harga mati dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN, jika tidak ingin terjebak dalam dinamika pasar global. Sebab, integrasi ekonomi kawasan ASEAN bukanlah tongkat ajaib yang dapat memberikan kemakmuran dengan segera dan tanpa harga.

Ditulis pada : Januari 4th, 2017 | Penulis : admin | Kategori : Berita Kepemudaan, Headline News

Berita Terkait

Selasa, 17 Juli 2018

Pencarian Berita

 FORMULIR KANG NONG 2018

 Annual Culture Festival

 Polls

Bagaimana tampilan website ini?

View Results

Loading ... Loading ...

 Statistik Pengunjung

  • 2489Total Pengunjung:
  • 4Pengunjung hari ini:
  • 16Pengunjung kemarin:
  • 118Pengunjung minggu ini:
  • 0Pengunjung Online:

Galeri Foto

Mari Berlibur ke Serang

 
Copyright © 2014 - 2018 | Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Serang
Tampilan website ini baik dilihat menggunakan Mozilla Firefox dengan resolusi minimal 1280 x 768 pixel.